Showing posts with label lebaran. Show all posts
Showing posts with label lebaran. Show all posts

Thursday, November 11, 2004

Lebaran Sebentar Lagi!


Hari ini hari kedua menjelang Iedul Fitri. Hari pertama dapat jatah libur dari kantor. Senangnya! Senang karena tidak lama lagi lebaran, senang karena tidak perlu lagi terkantuk-kantuk dan nyolong2 tidur dikantor. Hueh!
Kesibukan pertama di pagi ini adalah pergi ke bank dilanjutkan dengan pergi ke sebuah superstore. Bukan buat belanja keperluan lebaran seperti umumnya orang2, tapi buat cari kursi kecil pelengkap meja kecil Nina yang sudah rusak. Tapi pada akhirnya gue pun belanja yang lainnya juga selain kursi kecil. Belanja beberapa barang yang harusnya kurang penting dibeli saat ini. Perempuan! Mumpung ada moment diskon dimana-mana, rasanya gatel kalo nggak dimanfaatkan.
Bulan puasa dan hari2 menjelang lebaran memang terasa berbeda. Selain kesenangan melihat kesibukan orang2 dimana-mana, juga timbul keharuan melihat keuletan orang2 yang masih berusaha mencari sedikit rezeki dengan macam2 jenis dagangan kecil2an mereka (yang sepi pembeli) disepanjang jalan yang hanya duduk2 bengong menanti pembeli, melihat tukang2 sapu jalanan yang tengah duduk mengaso, tukang2 parkir yang berdiri diam mengawasi mobil2 diparkiran, sementara orang2 lain lalulalang membawa kantong2 belanjaan mereka. Duh! Gue selalu saja "sensi" dengan kondisi orang2 seperti mereka ini. Memang, tentunya ada diantara mereka2 ini yang memang sengaja cari kesempatan berdagang di moment seperti ini, tapi pastinya juga banyak yang terkondisi untuk harus tetap berupaya walau sebenarnya mereka ingin bisa seperti orang2 yang lalulang didepan mereka- menikmati belanja ini dan itu buat lebaran. Terpikir oleh gue : apakah ada yang memberi mereka THR? Rasanya tidak. Sepertinya mereka harus giat berusaha sendiri. Syukur2 ada orang2 baik hati yang memberi mereka sedikit rezeki sebagai ganti THR.
Ya, gue selalu simpati kepada mereka2 ini, yang masih mau bekerja dan ulet. Juga pada para tunawisma dan gelandangan sejati. Sepanjang pengamatan gue, walaupun gak punya apa2 mereka lebih memilih mengais-ngais tempat sampah ketimbang meminta-minta. Jika diberi mereka mau menerima, tapi mereka tidak meminta- minta (Nggak heran jika banyak gelandangan yang jadi orang gila karena tekanan hidup dijalanan). Jadi jangan harap gue mau bersimpati ke para pengemis profesional terutama yang terlihat segar bugar. Para pemalas sehat yang nggak tahu malu meminta-minta ke semua orang yang lewat didepan mereka.
Ah! Gue sendiri pun nggak bisa menolong mereka semua walaupun gue ingin. Gue bukan orang kaya, apalagi Dewa. Gue cuma bisa sekedar memberi sedikit kelebihan rezeki gue pada beberapa dari mereka. Dan gue senang melihat ekspresi bahagia dan syukur mereka menerima pemberian gue yang tidak seberapa itu. Tapi Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Gue berharap rezeki mereka akan menjadi lebih baik nantinya. Tentunya rezeki gue juga, supaya gue bisa lebih banyak lagi membantu mereka yang membutuhkan.
Amien.

Thursday, October 21, 2004

Ramadhan & berpuasa

Bulan ramadhan memang merupakan bulan yang paling berbeda dibandingkan bulan2 lainnya. Bener lho! Biarpun gak pernah gue tunggu2, tapi gue selalu saja merasakan kesenangan yang berbeda setiap kali ramadhan datang. Puasa- ataupun tidak puasa. Lebih2 waktu gue masih anak ingusan. Ikutan shalat taraweh [walau sebenernya cenderung ngincer buat maen2nya doang sama teman2 yang laen] dan setelahnya disambung main petasan *Biar perempuan dulu gue hobi maen petasan*. Aura suasana yang tercipta setiap kali ramadhan memang terasa jelas berbeda dengan suasana hari2 biasanya. Terutama menjelang saat berbuka puasa.

Dulu2 tea, jaman2 baru mulai kerja, gue beranggapan datangnya bulan puasa bisa membuat pengeluaran gue sedikit lebih irit. Logikanya, karena dengan berpuasa kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk makan siang atau beli2 cemilan gak penting lainnya. Kenyataannya, gue salah besar! Justru dibulan puasa pengeluaran gue jadi semakin besar. Selain buat beramal, saat buka puasa pengennya makan segala macem. Belum lagi seringnya malah buka puasa bersama keluarga dan teman2 diluar [resto]. Payah! Dan ini pun belum terhitung pengeluaran buat beli2 keperluan lainnya untuk menyambut Lebaran. Hehehhee... Sekarang baru terpikir kalo bulan ramadhan itu memang bulan yang nikmat, tapi sekaligus bulan paling bangkrut dalam satu tahun *sigh* Tapi tentunya Allah tidak akan pernah lupa buat selalu kasih kita rejeki. Iya kan?

Sunday, November 23, 2003

Lebaran dan Diskon

Lebaran & Moment Belanja Serba Diskon

Nggak terasa ya? Besok sudah lebaran! Dan gue sudah berhari-hari nggak nangkringin komputer. Mana sempaaaat,....... kan lagi musimnya belanja!. Bukannya karena harus punya baju lebaran, tapi karena mumpung pada moment2 inilah saatnya kita punya kesempatan belanja segala macem dengan harga murah. Penting atau nggak penting, mumpung harga2 banyak di diskon besar2an rasanya gatel banget kalo nggak dibeli. Dalam dua minggu terakhir ini gue dapet 1 celana jeans tujuh perdelapan, 2 celana panjang katun, 5 atasan katun dan kaus, 1/2 lusin underpant dan bra, 2 pasang sandal cantik, 1 buah gesper, 2 pasang gaun Nina, 1 pasang sepatu Nina, 1 buah celana Jeans Remon, 1 buah T-shirt Remon, 2 buah CD, 3 buah kaset. Belum terhitung kue2 kering dalam toples yang gue beli buat sendiri ataupun buat hantaran. Rasanya segala macem ingin dibeli. Sayangnya gue belum menemukan model tas yang gue cari. Tapi rasanya gue nggak perlu khawatir,.... bulan depan masih ada moment Natal kok! Iya kan?