Wednesday, March 28, 2007

Ladies, how do you wearing your bra?


Sebenarnya ini perkara sepele, tapi agak mengganggu pikiran gua. Ada seorang teman yang gak bisa mengingat alias gak yakin yang mana KIRI dan yang mana KANAN. Seumuran gueee ... Aneh gak sih? Gue gak ngerti ini memang karena dia goblok apa memang penyakit? Keanehannya ini bikin gue bete & gregetan sendiri, bayangkan saja, dia ini insinyur - bisa mengingat banyak hal2 termasuk rumus2 rumit- tapi mengapa hanya mengingat KIRI dan KANAN dia gak mampu? Bayangin coba, gimana kalo dia bawa mobil/motor? Hadeeuuh, bisa2 dia kasih sign ke kiri ternyata dia belok ke kanan. Kasih sign ke kanan ternyata dia belok ke kiri. AARRGGHH!!
Dan tiap kali teringat dia gue sekaligus mengingat keanehannya yang lain yakni cara kebiasaannya mengenakan bra.
*Nah! Mulai gak nyambung kan?*

Oke, sebenarnya disini gue mau ngebahas cara perempuan2 mengenakan bra- bukan masalah tidak bisa membedakan mana kiri dan kanan.

Pertama kalinya gue tauk bahwa ada perempuan2 yang mengenakan bra dengan cara yang aneh adalah saat gue esema. Ya, karena teman gue yang aneh ini- sejak saat itu gue pun tahu bahwa ada banyak perempuan2 diluar sana yang mengenakan bra dengan cara yang sama lucu dan sama anehnya dengan dia. Dan mereka semua beranggapan bahwa cara itu sama sekali tidak aneh! Hihihiiii... ajaib

Femina No.17/XXXIV 2006Lets see, sejak pertama kalinya gue mengenakan bra gue biasa mengenakan bra dengan cara langsung menaruh tali2 bra dipundak sebelum mengaitkannya dibelakang punggung. Bukankah memang begini caranya? Iya kan? Unless- kecuali- kalo pengaitnya didesain didepan, itu lain soal. But tetapi,.. cara teman gue ini lain. Pertama-tama dia mengaitkan bra didada (depan) kemudian memutarnya kebelakang dan setelah itu barulah mengenakan tali2nya ke pundak. Hhhm,... cara yang aneh banget ya? Cemen, gak praktis, dan mudah merusak bra.


Inilah awal penasaran gue dengan cara perempuan2 lain mengenakan bra, hingga setiap kali ada kesempatan gue merasa perlu menanyakannya langsung. Dan hasilnya diluar dugaan gue *Seharusnya gue mengadakan polling khusus untuk hal satu ini ya?* karena ternyata 6 dari 10 orang perempuan yang pernah gue tanya itu mengenakan bra dengan cara yang lucu itu! *GUBRAKS!!* Omaigoooooott.... gue merasa mau nangis dan mau ketawa.

Mereka bilang mengenakan bra dengan cara aneh mereka itu sama sekali tidak merepotkan. Iya, mungkin memang tidak merepotkan, tapi tidak praktis karena membutuhkan lebih banyak gerakan dan yang jelas ANEH BANGET ah! Apa susahnya sih mengaitkan bra langsung di punggung?? Memangnya sewaktu kecil syaraf motorik tangan mereka kurang dilatih, apa? Hehhee ..

Kemarin2 karena terlalu penasaran- gue sibuk mencari artikel2 diinternet dan dimajalah2, untuk mencari tahu bagaimana CARA PEMAKAIAN BRA YANG BENAR itu. Pada akhirnya gue menemukan artikel tersebut dimajalah Femina No.17/XXXIV thn 2006. Dan ternyata memang cara gue mengenakan bra selama inilah yang benar. Doh! Padahal gue hampir saja frustasi memikirkan bahwa cara gue itulah yang aneh. Eheee... ternyata memang cara mereka itulah yang aneh.

Sebenarnya bagaimanapun cara perempuan2 lain mengenakan bra bukanlah urusan gue. Namun hal2 sepele yang dilakukan dengan cara yang aneh selalu membuat gue penasaran.

So, gals, how do you wearing your bra?

Thursday, March 08, 2007

IndonesiaKu, indonesiaMu

Tsunami,
Gempa bumi,
Banjir,
Badai angin,
Tornado,
Tanah longsor,

*Kurang bencana apa lagi, coba?!?*

Kecelakaan lalu lintas,
Kecelakaan ferry,
Kecelakaan Kereta api,
Kecelakaan Pesawat terbang,

*Kurang celaka yang gimana lagi, coba?!?*

[Anyway, semalam bahkan ada berita buruk lagi : 3 orang tewas tertimpa billboard raksasa di Serang. Ngeri gak sih? Barang ukuran raksasa yg diem ditempat tiba2 rubuh menimpa orang?]

Rasanya sedih & prihatin jika setiap hari sepanjang tahun kita harus mendengar kabar buruk tentang bencana ini itu - kecelakaan ini itu, disana sini, hampir diseluruh nusantara. Kenapa ya, hal2 apdet di Indonesia hanya bencana & kecelakaan?

Gue gak bermaksud melucu diatas penderitaan orang, tapi jika ini dilombakan sepertinya Indonesia pasti berhasil dalam meraih Juara I Lomba Sumber Berita Paling Buruk Terbaik di Dunia sepanjang tahun.

Doh! Kita sial betul ya?

Tuesday, February 20, 2007

Sakit Gigi!


Tobaaaaat!
Seminggu terakhir ini gue sakit gigi di geraham bungsu kanan. Sebenarnya bukan gigi atau gusinya yang sakit, tapi underneath gusinya itu sendiri. Heran juga- padahal seingat gue gigi dan syaraf disitu semuanya sudah mati, tapi kok masih aja sakit ya? Awalnya memang gue diemin aja, yah, paling2 cuma sakit sebentar- biasanya paling apes 1 - hari. Tapi nyatanya? Udah lebih dari satu minggu cekot2 ini gak ilang2.

Hari selasa lalu sakit yang gue alami sedang dahsyat2nya. Pagi2 buta gue terbangun hanya untuk menangis meraung2. Gila! Gila! Gila! Sakitnya boooo,... luar biasa! Nyerinya sampai menjalar ke kuping turun ke leher. Nina sampai ikutan menangis karena selama ini dia belum pernah melihat gue menangis. Semua orang menyarankan agar gue lekas2 ke dokter gigi! Tapi sumpah, dari gue kecil sampai hari gini gue paling TIDAK MAU berurusan dengan dokter gigi - karena GUE TAKUT, booo. No way! Membayangkan kursi dokter dan instruments-nya saja sudah bisa bikin gue semaput! Waktu kecil, gue harus diseret terlebih dulu untuk datang dan duduk di kursi dokter. Jadi sekarang karena takut ke dokter- gue bolak-balik minum Ponstan 500mg dan Cataflam 50gr hanya untuk mengurangi rasa sakit ini. Tapi justru karena terlalu sering mengkonsumsi Ponstan- efektifitas obat itu malah jadi berkurang & rasa nyerinya sendiri malah tidak berkurang. Parah! Ibu kos gue bahkan sampe ikutan sibuk merebuskan daun sirih untuk dikumur dan untuk diminum. Percaya gak percaya sih, tapi gak ada salahya gue ikutin anjurannya.
Namun karena sudah tidak tahan lagi & karena cemas jika berlarut-larut nyeri ini akan mempengaruhi syaraf mata dll, akhirnya gue 'terpaksa' datang juga ke dokter. Singkat cerita, uh, setan- ternyata tidak seseram dan tidak sesakit yang selama ini selalu gue bayangkan. Hhhm, hanya saja bu dokter butuh waktu cukup lama buat membujuk gue agar mau buka mulut *blushing*

Sungguh bodoh ada lagu dangdut yang bilang "Lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati". Huh! Lebih baik sakit hati, bisa gue telan bulat2! Beres.

Thursday, December 28, 2006

Office Girl Pinter Ngelaba


Masih pada inget sama Lina si office girl di kantor gue gak? Beberapa bulan lalu gue pernah cerita tentang awal mulanya ia mengenal chating sampai pada akhirnya hingga saat ini ia betul2 keranjingan chating. Sekarang dia bahkan memiliki 3 ID aktif yang dia gunakan bergantian. Rajin ya?
Yang hebatnya, si Lina ini cerita lagi kalo dia udah 3 kali dikirimin pulsa sama teman hasil cetingannya 3 bulan terakhir ini. Pertama kali cuma dikirim pulsa 25 ribu, lalu setelah itu dia dikirimi lagi 3 x 100ribu, bo! Hmm... Pantesan aja gayanya make henpon terlihat lebih asoy ketimbang gue yang suka ngirit2 pulsa.

"Loe apain sih Lin? Kok cowok itu maok aja ngirimin elo pulsa? Elo minta ya?" Tanya gue suatu ketika.
"Ih! Saya mah gak pernah minta mbak. Waktu itu dia sms saya terus tapi gak pernah saya bales. Saya bilang saya gak punya pulsa. Eh, malemnya saya nerima pulsa jigo di henpon saya. Abis itu saya sering dia kirimin pulsa" Cerita Lina.
"Kamu pernah ketemuan sama tuh orang?"
"Enggak"
"Uh! Goblok banget tuh cowok!" Gue ngakak, "Kok ya maok2nya ngirimin pulsa sama orang baru dikenal di internet!"
"Gak tauk deh tuh" Jawabnya ringan.
"Eh, ati2 loe Lin... biasanya cowok2 kek gitu pasti ada maoknya." Gue mengingatkan.
"Iya mbak, saya juga tauk, pasti ada minta imbalan" Katanya.

Sebenarnya gue gak percaya si Lina cari cowok, secara dia itu lesbian. Gue sih bukannya underestimate, tapi melihat sosoknya gue gak yakin ada cowok yg betul2 'naksir' dia pada pandangan pertama- mengingat wajah, sosok, & tampilannya yang 'maskulin' abis. Suwer! Jadi sekalian aja gue tanya :

"Loe kasih data & photo loe beneran ke cowok2 itu Lin?"
"Ya enggak lah, mbak. Saya pake nama ngarang, trus yang saya kasih itu photonya si Oneng" Jawabnya, "Jadi kalo kepepet mesti ketemuan saya tinggal ngajak Oneng aja." Owwh... licik juga ya? Oneng itu sepupunya yang lumayan manis & putih, yang kadang suka dateng ke kantor dan duduk menemani si Lina chating di 'posko'nya. Saking seringnya si Oneng dateng ke kantor, kita sampai sudah nggak peduli lagi- seolah dia pun sudah merupakan bagian dari karyawan disini.

"Trus nanti kalo ada ketemuan si Oneng yg maju gimana caranya? Bisa gak nyambung dong?" Gue makin penasaran,
"Ya semoga enggak lah,.. kan pasti sebelumnya saya kasih tauk Oneng dulu detailnya." Cailee. "Tapi saya mah emang suka cerita sama Oneng soal temen ceting saya mbak, jadi Oneng ga bakal salah ngomong." Katanya, "Malah biasanya kalo di warnet saya suka pake webcam mbak. Oneng saya suruh duduk disebelah saya, trus saya tetep yang ceting, tapi webcam saya arahin ke dia." Lanjut Lina. *Wah! Si Lina udah ngerti webcam!* Gue ngakak! Ngebayangin siapapun cowok bego teman chatingnya yang mau saja dia dibodohin.

Nah, beberapa hari yang lalu saat gue sedang memintanya bikin kopi, tiba2 saja dia langsung cerita.
"Mbak, tadi malem saya abis dibelanjain temen ceting saya lho mbak!, " Lina terlihat excited banget, "Abis hampir dua jeti, mbak!" Katanya.
"Haaa??" Gue melongo.
"Suwer, mbak!"
"Kok bisa?"
"Gini mbak, ini cowok kan terus2an minta ketemuan. Saya kan lama2 jadi gak enak juga mau terus2an nolak. Trus saya ajak Oneng mbak, tuh cowok kan tauknya Oneng itu saya. Ceritanya si Oneng ngajak saya ikut. Pas di Mall cowok itu sendiri kok yang nawarin Oneng maok apa. Gile mbak, si Oneng ngambil2 barang gak pake liat2 lagi harganya brapa. Baju2, jaket, sama tas. Satu juta setengah lebih! Itu blom diitung makan2nya mbak" Ceritanya menggebu-gebu.
"Dimana tuh?"
"Blok M Plaza mbak"
"Jadinya si Oneng yang dibelanjain? Eloe gak dapet apa2 Lin?"
"Saya kan diam2 juga ikut milih- kasih kode ke Oneng. Tuh cowok mana tauk ada barang yang buat saya."
Gue takjub, "Trus tuh orang minta check-in kan?" Ledek gue.
"Gak secara langsung sih, mbak. Tapi itu cowok emang ngegelendotin si Oneng terus. Kalo kita gak kasih alesan mo ke rumah sodara dan terus berlama-lama sama dia- barangkali kita pasti dia ajak check-in ya?"
"Sinting loe Lin! Eh, itu cowok masih muda apa udah tuak?" Tanya gue.
"Masih 25an lah mbak, lumayan- ga cakep2 amat, mobilnya kijang kapsul."
"Trus abis belanja loe tinggal pulang apa dia gak sewot? Udah ngeluarin duit segitu banyak trus ga dapet apa2."
"Enggak. Kan ceritanya kita janjian lagi mo ketemu."
"Awas loe Lin, kalo besok2 ketemu dia belom tentu loe bebas kayak sekarang. Bisa2 diperkosa loh!" Gue emang sengaja nakut2in sih, tapi hal semacam ini bisa saja terjadi kan?
"Ah, siapa yang mo ketemuan sama dia lagi?" Lina terkekeh-kekeh.

Wah, gawat! Bisa2 penghasilannya dari chating malah lebih besar dari gajinya ya?
Haha! Hidup internet!