Showing posts with label proud-of. Show all posts
Showing posts with label proud-of. Show all posts

Friday, January 08, 2016

Kerajinan Tangan


Beberapa hari belakangan saya merasa lagi rajin dan penuh semangat nih. Rasa kreatif mendadak muncul, rasanyanya ingin bikin-bikin sesuatu buat mengisi waktu luang. Kemarin-kemarin ada teman yang kasih lihat saya sjaal dari benang wool yang yang baru saja selesai dia kerjakan. Hasilnya standar ya, mirip-mirip dengan sjaal wool yang umum dijual di toko. Dia bilang caranya gampang gak perlu knitting, cuma modal tangan dan saya bisa liat tutorialnya di Youtube. Akibatnya saya jadi ter-inspirasi juga buat mencoba bikin sjaal dari wool sendiri *Mumpung lagi winter*. Sebenarnya sjaal yang saya miliki sudah lebih dari cukup dan warnanya lumayan bervariasi. Tapi toh gak ada salahnya nambah sjaal lagi dengan warna berbeda kan? Apalagi teman saya bilang gak perlu knitting. Kebeneran! Secara saya gak kepengen banget belajar knitting atau crochetting seperti itu.

Siang ini selesai jemput Griffin pulang sekolah mulailah saya browsing 'Arm Knitting' di Youtube. Saya cari tutorial yang paling simpel. Ternyata bener loh, cuma perlu modal benang wool dan kedua belah tangan/lengan kita saja. Setelah berulang kali melihat clip tutorialnya dan mengamatinya baik-baik, langsung lah saya beranikan praktek.

Gak perlu menunggu terlalu lama, sekitar 30 menitan kemudian ... Hhuuaaa, benang wool-nya kusut ditangan! Gggrrr!! Ternyata prakteknya tidak semudah kelihatannya. Atau barangkali saya yang memang kurang luwes, kurang terampil. Cukup sekali praktek dan saya menyerah! Hadeuuh, males aja mengulangnya lagi. Sebetulnya caranya mudah sih, tapi karena harus membuat loop yang dilakukan berulangkali dari satu lengan ke lengan yang lain-- ih, mata rasanya berkunang-kunang, loosing track. Liyeur, ah! Jadi saya berhenti dan kembali lagi-lagi mengulang clip tersebut.

Nah, gak sengaja, persis beberapa clip dibawah tutorial itu saya menemukan clip tutorial lainnya. 'HOW TO KNIT A SCARF USING A SHOE BOX'. Waaah, menarik! Sebenarnya clip ini berbahasa Jepang dan saya gak ngerti itu orang ngomong apa tapi toh gak ngaruh karena saya hanya perlu melihat tehniknya. OMG, yang ini sudah pasti jauh lebih mudah daripada Arm Knitting. Kotak bekas sepatu pun banyak! Buru-buru saya cari kotak sepatu yang tidak terpakai.


Dan setelah mengikuti instruksi awalnya, mulailah saya menganyam benang wool saya. Iya, saya sebut menganyam karena pekerjaan ini sebetulnya tidak tepat jika disebut merajut/knitting. Caranya betul-betul mudah. Saya menganyam dengan lancar jaya!
Kekurangannya cuma satu. Ternyata pekerjaan menganyam ini butuh waktu. Kapan selesainya yaa?? Clip-nya bohong banget deh bilangnya hanya dibutuhkan waktu 3 jam buat menyelesaikannya. Tadi saya memulainya sekitar jam 15.15 dan saat ini sudah jam 17.00 lewat tapi benang wool saya masih saja segelondong besar seperti tidak berkurang. Huh, saya kan masih harus masak buat makan malam, masih harus menemani si kecil mengerjakan latihannya, dan pekerjaan emak2 umumnya.


Yah, ternyata menganyam benang wool capek jugaaa! Tapi sisi baiknya pekerjaan ini bisa ditunda dan dilanjutkan lagi nanti-nanti. So, saya kesampingkan dulu kotak sepatu dan benang wool-nya diatas lemari. Tampaknya bisa saya lanjutkan sedikit nanti malam. Kalau belum selesai juga mungkin akan saya lanjutkan lusa karena yang jelas besok saya gak akan di rumah seharian.


Lusanya pekerjaan menganyam saya lanjutkan sesempat saya. Belum juga bisa diselesaikan! Besoknya lagi-lagi saya kurang punya waktu luang, akhirnya skip lagi satu hari. Hingga hari selanjutnya. Pekerjaan mudah, tapi jari jemari saya jadi sakit semuaaaa, hhuhuuhuhuu! Tapi lumayanlah benang wool-nya sudah terlihat mulai berkurang. Tapi masih juga belum bisa diselesaikan. Saya capek! Tapi lanjuuut .. karena tampaknya sudah hampir jadi nih!


Hingga akhirnya sedikit demi sedikit benang wool semakin menipis dan sjaal mulai terlihat bentuknya. Yaayyy .. Bahkan si kecil pun ikut senang karena sudah beberapa hari belakangan ia tahu kalo ibunya sering sibuk berkutat dengan benang wool.


Dan akhirnya pekerjaan saya selesai. Alhamdulillaah. Sjaal saya sudah jadi! Yes! Bagus kan? Mungkin gak spesial banget, tapi ini betul-betul kepuasan bathin. Sesuatu banget! Saya memulainya pada hari Jumat dan ini hari Rabu! Weh! Yang katanya bisa diselesaikan dalam 3 jam ternyata saya selesaikan dalam waktu 5 hari, wkwkwkk! Saya percaya sebenarnya mungkin kalo tidak bekerja dan tidak sedang repot saya bisa mengerjakannya lebih cepat nih, walau tentunya gak mungkin 3 jam, yaaa sedikitnya 1-2 hari. Maksimal 3 hari TOP.

Next time saya mau bikin warna yang lain aaah ..


Tuesday, October 18, 2005

Kecanduan


*Ini gak ada hubungannya dengan narkoba*. Anak gue, Nina, hobi banget menggambar! Iya, menggambar, membuat gambar, membuat sketsa. Nina itu anak yang penuh imaginasi dalam menggambar, tapi ia sama sekali tidak suka mewarnai. Aneh kan? Kalau terpaksa harus mewarnai, caranya asal2an! Seperti nggak ada usaha untuk membuat gambar2nya yang cantik itu menjadi terlihat lebih menarik.
Tapi bukan itu yang bikin gue gregetan, ini lebih karena jam menggambarnya yang susah dibatasi. Dua tahun belakangan ini gue lebih memilih membelikannya kertas HVS polos per Rim. Capek, mak! Buku gambar setebal apapun bisa habis dalam hitungan hari. Males kan? Rim kertas HVS pun harus gue sembunyikan agar dia tidak memakai kertas sesukanya. *Caranya menghabiskan kertas lebih banyak ketimbang gue menghabiskan kertas dikantor dalam sebulan*. Setiap hari kertas putih dengan gambarnya bergeletakan dimana-mana. Huh! Bosen deh menyuruhnya tertib buat nggak lupa menaruh kertas2nya didalam laci. Herannya biar udah gue umpet2in tapi dia tetap saja bisa menemukan kertas (gue gak merasa punya kertas itu & dia nggak pernah mau bilang dapat darimana). Saking gilanya menggambar, dipinggiran halaman buku2 pelajaran/tulisnya pun bahkan sering dia gambar2! *Dan, huh, buntut2nya gue juga yang ditegur ibu gurunya*

Sebenarnya sih gue senang dengan bakatnya ini *Coba, nurun dari sapa dulu dong?*, tapi, dia seperti yang kecanduan gitu loh. Gue waktu kecil pun gak gitu2 amat. Nina ini pulang sekolah baru saja turun dari mobil, belum sempet tarok tas- copot sepatu, dia udah gradak-gruduk cari kertas dengan gelisah. Setelah dapat kertas, dia langsung saja duduk anteng dimeja, menggambar masih dengan seragam dan tas dipunggungnya. Kalo dia nggak langsung dapat kertas, Nina bisa ngamuk uring2an gak keruan! Bete kan? Tiap hari tuh. Aaaarrghh!!!!

Kemarin malam sewaktu gue sedang santai nonton TV, Nina dateng menghampiri gue sambil menyerahkan sejumlah kertas. Selanjutnya, Oh, my! Gue takjub, terharu, dan bangga melihat kertas ditangan gue. : She made her first two comic books for me!!! Iya, komik. Sederhana & so childish, hanya dengan 2 lembar HVS putih yang dia staples menyerupai buku. Pada halaman2nya dia bercerita melalui gambar2 yang ia susun per-kotak, dengan kharakter (tokoh)nya, dan lengkap dengan dialog box-nya. This is great! Gue beneran terharu dan bangga! Tandanya dia sudah mengenal konsep dasar komik dengan baik, tinggal lebih diasah & diarahkan *hiks! bangga!
Ia membuat 2 buah komik yang masih2 terdiri dari 4 halaman (2 lembar HVS dilipat 2 ditengah). Pada halaman belakang dia tulis : "Dapatkan segera serialnya di toko buku" Duh! Ngerti2nya istilah serial ya?

I love you, kiddo! You go, girl!!

------------------------------------------------
Book for reading this week :
* John Updick; The Witches from Eastwick
* Steve Martini; Shopping Girl