Friday, March 11, 2016

TV Set


Tadi sore ibu-ibu yang satu ini sedang sedikit bersih-bersih rumah.  Saat sedang nge-lap TV mendadak saya jadi punya perasaan kasihan sama si TV, bukan karena ia agak berdebu, tapi saya terharu aja sama nasibnya yang agak terabaikan. Sambil berusaha nginget-nginget kapan ya saya beli TV ini? Samsung Flat Screen TV, saya gak tauk ini berapa inch. Nggak kecil tapi juga bukan yg ukurannya super gede. Perkiraan saya sih TV ini saya beli sekitar 4 tahun yang lalu.


Hari ini sang TV jadi topik pikiran saya.  Entah kenapa saya mulai merasakan bahwa sudah beberapa tahun terakhir ini TV di rumah kita seolah cuma sekedar dekorasi alias barang pajangan. Cuma nongkrong ditempatnya di ruang keluarga (Saya gak pake TV di kamar). Sering kali TV menyala tapi kadang gak ada yang nonton dan biasanya saya pula yang mematikannya. Seringnya sih yang nonton acara-acara tertentu dari chanel TV itu cuma suami dan Griffin. Saya nonton TV cuma sekelebatan yang artinya cuma di saat TV kebetulan sedang menyala dan saya sedang duduk disekitar situ. Lebihnya TV kita pakai buat main Wii dan itu pun sebelum Wii player-nya bermasalah beberapa bulan lalu. Buat nonton Blu-Ray atau DVD apalagi, udah tiga tahunan saya gak pernah pasang film di player meskipun saya punya satu lemari penuh koleksi film dari tahun-tahun yang lalu.

Semua ini akibat gadget! *Yup! Blame the technology*. Sejak ada Netflix saya lebih suka nonton film di laptop atau di iPad. Bukan apa-apa, saya lebih senang bisa memilih sendiri film yang akan saya tonton. Suami senang main game dan kadang nonton film dari laptopnya. Anak gadis sibuk dengan handphone dan laptopnya. Anak bungsu senang main game dan meskipun saya kurang setuju- namun karena ayahnya terlalu kekinian jadilah si bungsu memiliki laptop, PSVita, DSNintendo, Wii, dan yang terakhir dapat jatah handphone Samsung S3 lungsuran saya (untuk digunakan di rumah saja). Yaaa walau anak-anak terutama yang kecil dibatasi pemakaian gadget nya- tetap saja TV terabaikan, di-anggurin (bukan dijadikan anggur loh, yaa! hehee). Kalo pun sedang tidak menggunakan gadget mereka lebih senang membaca, mengerjakan tugas sekolah atau melakukan hal-hal lainnya ketimbang duduk nonton didepan TV. 
Dan sebenarnya sih di jaman sekarang kita sudah bisa menikmati film dari internet lewat TV, cuma sepertinya boro-boro terpikir buat ganti TV yang lebih apdate dan lebih besar karena tampaknya semua orang di rumah ini lebih memilih nonton film di laptop ataupun di iPad dikamar masing-masing. 

*Maaf ya, TV*

Sekarang yang terpikir seandainya TV diganti dengan yang super besar dan canggih, saya khawatir kita tidak bisa beranjak dari depan TV. Akhirnya nanti malah jadi masalah karena semua ingin menggunakan TV untuk kepentingannya masing-masing (nonton fim atau main game)- lalu kakak adik malah jadi sering bertengkar rebutan remote. Dan kalau saya pikir lebih panjang lagi (maklum deh ibu-ibu) buat beli TV yang begitu mesti ngeluarin duit banyak sementara kita empat kepala di rumah masing-masing sudah punya 'mainan' lebih dari satu. Jadi buat apa beli TV baru kalo gak perlu? 

Eman-eman duite .. 

Kesimpulannya TV di rumah ini bukan lagi jadi benda yang penting. Gak menyala seharian pun gak masalah. Karena umumnya kalau sedang tidak mengerjakan sesuatu penghuni rumah sibuk dengan gadget-nya atau kesibukannya masing-masing.

Hhhmm!






Post a Comment