Friday, November 11, 2005

Si Aki Bikin Ulah, part 1

Kata orang2 semakin tua usia seseorang bisa semakin kekanak-kanakan tingkah lakunya. Ya, mungkin ini tidak selalu terjadi pada setiap orang. Tapi percaya nggak percaya gue sudah membuktikannya sendiri. Yangkung umurnya hampir 80 tahun, lemah, dan jalan pun sudah susah. Kejadiaannya baru saja terjadi saat Tour de Java kemarin. Sebetulnya ini bukan kejadian pertama ya? Semua ulah yangkung sebetulnya nyebelin, tapi sekaligus mengundang rasa geli yang bisa membuat kita keluarganya cekikikan.
Saat di Kebumen kemarin, Yangkung tiba2 kabur- menghilang! Itu sekitar jam 11 siang & kehebohan pun muncul, tidak hanya keluarga yang panik, tapi setelah beberapa jam dicari tidak ketemu- dan entah bagaimana tiba2 polisi terlibat. Kebumen itu kota kecil yang mayoritas penduduknya saling kenal, jadi otomatis hampir semua orang satu Kebumen tahu kalo ada kakek2 yang tengah melarikan diri dari rumah! Tengsin deh. Ending cerita berakhir dengan ditemukannya Yangkung naik becak disekitar Prembun yang jaraknya belasan km dari Kebumen! Halah!
Jadi ceritanya begini : Karena kita semua gak bakalan cukup tinggal disitu, kita menginap di losmen gak jauh dari situ & sesuai rencana yang sudah Yangkung setujui sendiri, hanya Yangkung tinggal dirumah itu. Dan entah kenapa pagi itu saat semua orang sedang tidak ada disekitarnya, Yangkung berpikiran bahwa kita semua meninggalkan dia disitu. So pergilah dia keluar dan menyetop sebuah becak. Saat itulah Mbak Leny yang kebetulan keluar dari kamar melihatnya lalu buru2 lari dan berusaha mencegah becak pergi. Tapi Mbak Leny malah disikut dan ditinju Yangkung. Huuahhahaa. Karena saat itu nggak ada siapa2 disitu Mbak Leny ngotot ikutan naik keatas becak, meski saat itu ia nggak berpakaian proper, nggak bawa HP dan nggak mengantungi uang sepeserpun. Mana sempat? Bisa2 kehilangan jejak Yangkung!
Wah, ceritanya panjang! Tapi saat di becak setiap kali Mbak Leny bicara ia selalu dibentak Yangkung, akhirnya dia cuma bisa duduk diam saja disebelahnya. Entah kemana sebenarnya tujuan Yangkung- bahkan tukang becaknya pun nggak tauk mo kemana. Pake acara muterin tugu didaerah hhmm, lupa, sampe 3 kali, kesasar, dan Mbak Leny pake acara kebelet pipis segala. Saat itulah Mbak Leny punya ide pura2 mo pipis dan meminta sedikit uang sama Yangkung (pura2nya buat bayar WC). Untung Yangkung masih berbaik hati mo ngasih uang & bersedia menunggu dibecak! Saat itulah Mbak Leny menyelinap ke Wartel lalu menelepon Mas Hardo buat ngasih tauk posisi mereka. Gua sih kasihan sama abang becaknya. Mbak Leny bilang perjalanan becaknya mulai dari jalannya kenceng sampe akhirnya pelaaan, banget! Mereka ditemukan jam setengah 6 sore dipinggir jalan kota Prembun. Baru kali itu ada tukang becak dibayar 85 rebu!

Dan ini baru awalnya doang....
Post a Comment