Wednesday, May 05, 2004

About WC


Maaf ya, ini agak2 jorok sedikit mengenai WC alias kloset/jamban. Gue jadi pengen ngebahas soal WC gara2 ke Garut ikut sepupu gue ke rumah mertuanya. Rumahnya itu (dijalan apa ya? Panatayuda atau apalah nama perwayangan. Lupa!) dikampung yang berjalanan gang dan yang rumahnya rapet2 satu sama lain. Ini bukan sok ngebahas rumah atau lingkungannya ya, tapi ada satu cerita menarik mengenai WC. Sorry nih oom Uus, bukan maok "ngampung2in", tapi WC nya emang antik deh! Pertama kali gue ke Garut ke rumah mertua sepupu gue ini di tahun 1992 saat sepupu gue itu baru rencana mauk nikah dengan cowok yg sekarang jadi suaminya. Nah, kemarin gue disana, gue perhatikan ada begitu banyaknya perubahan besar2an dirumah itu. Memang masih tetap di gang itu, di kampung itu, di rumah yang sama, tetapi sekarang rumah itu terlihat lebih cantik.

Satu hal yang selalu gue inget mengenai rumah itu dulu dan yang sekarang gue syukuri karena telah berubah, adalah WC mereka yang sekarang sudah layak untuk ditangkringi dan normal selayaknya WC pada umumnya. Memang WC jongkok, tetapi setidaknya sekarang gue bisa buang hajat secara normal di WC mereka. Gue inget kondisi WC itu saat pertama kali gue kesana. Hhhmm. Sebenarnya WC itu tidak ada, karena jadi satu bagian dengan kamar mandi. Gue inget betul saat gue bingung cari WC dan salah seorang dari keluarga menunjuk ke lubang besar pembuangan air didalam kamar mandi itu yg sebenarnya sudah bolak balik gue liat dari pertama kali masuk ke kamar mandi itu. What the...? Itu? Imagine. Tauk kaleng susu 400 gr nggak? Yak, lobangnya sebesar itu, rata sejajar dengan ubin, dan terletak agak merapat 15 cm ke dinding. Huh. Kebayang nggak, udah harus jongkok- mesti ambil ancer2 pula agar kotoran mendarat tepat pada sasaran lobangnya. Jongkok terlalu jauh bisa meleset, mau mundur- mentok ditembok . Jadi, bokong dan punggung pasti menyentuh dinding kamar mandi karena caranya memang harus merapat ke tembok kan? Huu.. dingin! Tapi apa boleh buat. Mauk nggak mau memang harus begitu. Daripada harus menahan "rasa" , terpaksalah jongkok diatas lubang itu.
Sayang gak gue dokumentasikan nih (Gambar WC-nya dong say, masak gambar gue sedang nangkring di WC?).
Ini di Garut. Lain lagi ditempat yang lain. Dimana ada WC yg bener2 bikin pemakainya repot buat jongkok dan (maaf) cebok.

Di Bandung. Awal gue di kuliah disini, gue tinggal di tempat kenalan gue dijalan Dipati Ukur. Kamar mandinya juga menarik. Cukup besar, luas, dan bentuk kamar mandinya yang memanjang. Sekitar 2x3 m. Bak air ada disisi dekat ke pintu dan WC jongkok itu terletak di tengah2 sisi yang berlawanan. Benar2 terletak ditengah salah satu sisi kamar mandi. Jadi ketika jongkok disitu dengan tangan kiri dan tangan kanan yang terentang pun, gue tidak akan bisa menyentuh dinding disebelah kiri ataupun yang disebelah kanan gue (kecuali dengan tangan terentang dan badan dicondongkan jauh kesamping). Begitupula dengan dinding di posisi belakang WC. Setiap kali gue "jongkok" disitu, gue merasa aneh- seolah, "Ngapain juga sih, gue nangkring di tengah2 sini?". Kesalnya lagi, untuk mengambil air setelahnya pun kita harus berjalan menuju bak air disisi ujung yg lain ruang kamar mandi itu. Gak praktis banget!

Masih di Bandung, jaman kuliah juga- di kontrakan kita di Sekeloa. Rumah dan ruangan2nya cukup luas. Tapi kamar mandinya, mak!Kecil banget! Ini kebalikan dari kamar mandi yang di jalan Dipati Ukur. WC jongkok yang ini juga jadi satu dengan kamar mandi itu. Posisinya persis disamping bak air yang besarnya pas2an banget itu. Inilah WC yg paling gue "geuleuhin" yang, ih, jangan sampe gue harus nongkrong disana lagi. Gue yang ceking ini setiap kali nongkrong disitu seolah sesak terjepit diantara bak air dan dinding karena kedua paha dan kedua lengan gue setiap kali bergerak akan menyentuh dinding bak dan tembok yang dingin itu. Hiiih! Bayangkan bagaimana repotnya si Salman dan anak2 yang berbadan besar2 itu harus berjuang untuk sekedar jongkok dan bangun dari WC itu.
Halo Salman, Arie, Ocem, Irfan, Wahdi, dkk. Masih ingatkah anda semua dengan WC itu?

WC aneh yang terakhir gue temukan ada di Jogja. Di rumah salah seorang family. Rumahnya besar dan tua. WC mereka juga nggak pernah bisa gue lupain. Soalnya ajaib. WC jongkok ini letaknya terpisah dari kamar mandi. Posisinya tinggi. Begitu pintu WC dibuka akan terlihat undak2an dan bak air yang cukup besar. Jadi jika kita ingin setoran, maka kita harus menaiki undak2an dgn 8 anak tangga kecil, dan begitu kita jongkok- pandangan mata kita lurus sejajar dengan lubang angin tepat diatas pintu WC yg membuat kita bisa saling berpandangan dengan orang2 yang lalu lalang diseberang WC. Selesai jongkok? Yah, kita harus turun lagi buat bersih2 dengan air yang ada di bak dibawah dekat pintu.
BT ya? Kenapa juga WC pake tangga segala? Ribet amat.

Yah! Kadang WC seperti itu tercipta karena ruangan dan lahan yang ada memang terkondisi seperti itu.
Nggak ada kan, orang yg dengan sengaja membangun WC buat akrobat?
Sebelnya dan agak menyesal kenapa waktu itu gue nggak terpikir buat mendokumentasikan WC-WC itu ya?
Post a Comment