Wednesday, August 25, 2004

Patas AC

Tiap gue berangkat ke kantor lebih pagi, karena nyantai dan gak buru2, gue biasa naek patas AC yang datang dari arah Ciputat. Ini alternatif kedua setelah taksi. Naik bis biasa pun juga bisa, tapi mesti naik dulu yang ke terminal BlokM dan disambung lagi dengan naik bis jurusan manapun yang melalui Sudirman. Jadi karena tumben2nya gue berangkat pagi, gue memilih patas biar efisien (waktu dan uang).
Yang namanya naik patas jam2 segini, jangan harap menemukan bangku kosong. Berdiri tanpa harus berhimpitan pun sudah lumayan. Buat gue ini nggak masalah. Toh nggak jauh kok.
Tapi kali ini, belum lagi gue benar2 atur posisi berdiri gue, ada orang di kursi didepan gue yang turun. Finally, I got a seat! Yang masalah itu justru dengan lubang2 saluran AC diatas kursi penumpang yang gue perhatiin hampir semuanya tertutup. Dilubang saluran AC yang rusak tanpa penutup, masih juga ada orang yang usaha menyumpalnya dengan gumpalan kertas atau plastik bekas kemasan air mineral. No wondered gue nggak merasakan hawa sejuk AC sama sekali. Naik patas AC kok kayak naik bis reguler biasa! Sewot nggak sih gue liatnya? Diatas kursi ibu2 disebelah gue pun begitu. Tertutup. Tanpa pikir2 lagi, gue buka penutup salurannya. Sayang sekali nggak bisa gue arahin agar hembusannya langsung kearah gue. Tapi belum juga 5 mnt saluran gue buka, ibu2 disebelah gue menutupnya lagi, "Dingin, dek", katanya. *Beuh!* Gue nggak maok berantem sama ibu2 cuma gara2 AC.
What is wrong with you people from Ciputat? (yak! khususnya yg merasa hobi menutup saluran AC didalam patas) Kalo pada takut kena AC kenapa nggak naek bis biasa aja? Toh patas non-AC juga banyak kok. Gak usah pada bikin sengsara penumpang lain yang memang niatnya cari dingin dong!

Sedikit2 perasaan sewot gue hilang setelah melihat pemandangan dikursi seberang gue. Disitu duduk seorang perempuan yang usianya sekitar 45 th. Wuih! Cara berdandannya yang mencolok mata membuat gue takjub. Rambutnya merah lurus panjang dibawah bahu, dengan jambul yang tertata tinggiiii banget diatas kepalanya. *jambulnya Udhien juga kalah* Entah berapa banyak hairspray yang dia butuhkan buat menguatkan jambul setinggi itu. Lucu banget. Dari belakang kursi2 itu hanya jambulnya saja yang terlihat tinggi mencuat. *Plis deh tante, jangan coba2 ke konser atau nonton di bioskop dengan jambul seperti itu ya? Ngalingin deh* Bajunya merah dengan corak bunga besar2 berwarna orange, celana jeans coklat dengan motif hitam, dan tas Prada besar imitasi warna coklat tua. Tapi kok dia make sandal kamar ya? Hhmmm. Jangan2 dia sendiri nggak sadar kalo masih make slippers. Riasan wajahnya pun perfect. Lipstik merah tua menyala, bedaknya halus merata, blush-on, alis coklat tua yang terlukis rapi, dan maskara hitam yang benar2 tebal! Perempuan itu ter-kantuk2 dikursinya. Nggak heran, barangkali dia mulai dandan dari jam 4 pagi. *sigh*
Dan tanpa terasa gue udah sampai di halte tujuan gue.

Hari ini gue pilek berat! Hidung meler terus2an.
Sekarang malah gue jadi ngantuk berat, gara2 minum Neozep buat ngilangin pilek!
Post a Comment