Friday, December 24, 2004

Dan Ibu Guru Mengeluh (lagi)


Kamis kemarin hari terakhir Nina ulangan umum. Dan seperti biasa hari ini gue mengantar dia ke sekolah. Maksud hati sih cuma mau nganter sampe depan pagar sekolahnya (kebetulan anaknya pun memang inginnya gue hanya mengantarnya sampai depan pagar sekolah saja), tapi ternyata wali kelasnya datang bersamaan dengan kita. 

Tiba2 saja ia sudah ada dibelakang gue.
"Mamanya Nina," Sapa bu guru, "Udah lama nggak keliatan. Jarang nganterin Nina ya?"
"Eh, bu Nani. Saya nganter Nina tiap hari kok bu, cuma anaknya selalu minta dianter sampai didepan pagar saja."
"Pantas jarang kelihatan."
"iya." Gue berusaha mengakhiri basa-basi ini. Karena 'as-you-know-why', dari jaman gue masih sekolah karena gue badung dan sering di cari2 guru akibatnya sampai hari gini gue selalu nervous deket2 guru

"Itu lho bu kemaren pas ulangan, Nina itu kan duduknya di bangku belakang barisan paling kiri," Waduh! Belom sempat 'melarikan diri' wali kelasnya sudah memulai keluhannya. "Sewaktu saya baru saja selesai membagikan kertas ulangan dibarisan paling kanan- Ibu tauk'kan berapa lama sih membagikan kertas ulangan dari ujung belakang kiri sampai ujung belakang kanan? Baru saja saya balik badan, saya lihat Nina sudah dimeja saya menyerahkan kertas soalnya." 
Terlihat ekspresi OMG diwajah bu Nani, "Saya sampai terheran-heran dan nggak percaya. Lalu saya check kertas soalnya. Aduh buu... salah semua! Hanya dua yang betul. Akhirnya saya suruh Nina mengerjakannya lagi." 
Haduh, gue yang malu neh! "Anaknya pun sempat2nya ngobrol dengan kawan sebangkunya saat ulangan." Lanjut bu Nani. Haiiyaaahh!!! Gggrrrrr *Nina ini emang kebangetan banget deh!*

Apa gue bilang? Tiap kali gue nongol disekolah dan bertemu dengan ibu2 atau gurunya, umumnya gue pasti menerima berbagai keluhan! Sebel nggak sih? Rasanya gue jadi semakin yakin kalo akhir semester ini gue nggak bakal maok dateng mengambilkan raportnya. Takut diomeliiiin ...
plis deh!


Post a Comment